Selasa, 25 Desember 2012

#Kisah Ibu Ainun Habibie

"Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir, buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri ? Anak saya akan tidak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu." Jangan biarkan Anak² mu hanya bersama pengasuh mereka. Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya? Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga. Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya. Mudah2an ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya. Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam hal akademik, tp jg utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua. Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah. Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia.. #sungguh menjadi sebuah dilema tersendiri ketika membaca ini, karena aku seorang sarjana yang bisa menempuh pendidikan dengan biaya orangtua, harapan mereka ada pada pundakku terlebih aku anak pertama sebagai contoh kedua adikku, tapi di satu sisi aku adalah calon ibu yang ingin sepenuhnya mendampingi anak-anakku tumbuh. Aku tak ingin melewati masa ketika anakku nanti pertama kali memanggilku ibu, aku ingin tau ketika anakku pertamakali tengkurap merangkap hingga berjalan. Semoga Alloh pilihkan yang terbaik.#

Karena Aku Seorang Wanita, Calon Isti dari Suami dan Calon ibu bagi Anak-Anakku

Aku seorang wanita sangat biasa
Aku masih sangat sedikit ilmu agama sebagai bekal aku untuh mendampingi sang nahkoda dalam bahtera rumah tangga
Aku calon seorang ibu yang masih sedikit pengetahuanku sebagai pengantar malaikat-malaikat kecil yang akan dititipkan pada rahimku ya mereka akan memanggilku "ibu"
Sering terisak sendiri melihat diri yang belebih kekurangan disana sini
Aaaaaah aku aku hanyalah seorang wanita biasa itu
Bermimpi sederhana ingin menjadi istri dan ibu yang baik
Yang meraih surga melalui laki-laki yang kupanggil "suami" bermimipi sederhana mengantarkan anak-anak untuk taat pada Alloh Penciptanya
Aku selalu berdoa bahwa ujian-ujian sekarang adalah gerbang untukku agar terbiasa nanti ketika berbahtera Yang katanya badainya lebih hebat dan butuh kekuatan yang lebih untuk itu
Aku selalu berprasangka baik bahwa sekarang adalah waktu tenggat untukku untuk belajar dan belajar lagi hingga nanti Alloh nyatakan aku untuk menjadi "istri"
Selalu aku berdoa semoga Alloh menjaganya dalam perlindungan terbaiknya "wahai kau calon imam yg akan menghantarkan kami ke surga sesungguhnya aku istrimu yang bisa bersabar dengan harta yang sedikit tapi tidak untuk untuk siksa api neraka, carilah nafkah yang halal untuk kami"
Aku hanya ingin belajar sederhana mencintai anak-anakku dengan cara terbaikku
Wahai calon anak-anakku..
Kau memang tak pernah bisa memilih dari rahim ibu mana kau akan dititipkan..
Tapi aku ibumu akan memberikan yang terbaik untukmu..walau mungkin tak sempurna tapi aku hanya ingin mencintai dengan sederhana yang mengantarkan kita ke SurgaNya

Nasi Gandul

#kali ini tentang kuliner di daerah Pati Jawa Tengah, kuliner yang terkenal disana adalah *nasi gandul*. Dulu pertama kali saya dengar saya pikir nasi dengan sayur gandul (baca:pepaya) yang dimasak. Saya penasaran dan mencoba di warung terkenal di daerah Gajah, Pati. dari kesekian kali saya mengunjungi kota Mina Tani, baru lebaran terakhir kemarin saya mencobanya dan amazaing ternyata nasi gandul adalah nasi dengan daging sapi (pilihan dr daging, lidah, kulit sapi) dimasak dengan kuah bening dimakan bersama kecap dan sambal dengan lauk tempe tipis digoreng garing dan rasanya nikmat sekali dan kuliner yg jangan sampai terlewatkan setiap berkunjung ke Pati ^^ #

Wedang Secang

#Secang adalah sebuah nama kecamatan di Magelang dimana saya tinggal sekarang, ternyata Secang juga nama pohon yng pelepahnya berwarna merah yang bisa dimunum dang menghangatkan badan#

*Klepon*

#makanan traditional terbuat dari tepung beras yang dibulatin dan diberi warna hijau dengan daun suji berisi gula jawa dan dimakan dengan ditaburi parutan kelapa :) Lazissss ^^#

Kentang Goreng ala Nosi ^^

# sederhana menggunakan kentang lokal iris tipis masukin ke air rendaman bawang putih dan garam, tiriskan, masukkan frezer dan tunggu hingga beku dan siap goreng :)javascript:void(0);#

Cake Rasa Kopi

# mencoba inovasi baru ^^ cake rasa kopi hehe#

Puding Jagung :)

jagung manis diblender, agar2 putih, gula pasir, vanili dan tepung maizena (agar cepat mengental) untuk yg cokelat bisa langsung dengan nutri jelly rasa cokelat atau agar2 putih plus susu cokelat dan gula pasir (sederhana sekali resepnya) Selalu suka belajar memasak, dan selalu ngefans berat dengan yg pinter masak ^^

Catatan Hati Seorang Istri

Telah kukabarkan lewat angin gerimis Tentang segala catatan hati Yang terhampar di tiap jengkal sajadah Dalam tahajud dan sujud panjangku (Catatan Hati Seorang Istri)

* Senja di Kotaku*

#Magelang namanya, dingin udaranya aku selalu berat untuk meninggalkan kota dimana aku dibesarkan. Di senja itu aku menghabiskan waktu di kotaku ini di pusat kota, Alun-alun Magelang namanya. aaaah rasanya berat meninggalkan Magelangku#

*Bidadari-Bidadari Surga*

#aku belajar menjadi seorang kakak yang tangguh dari sesosok kakak Laisa yang selalu melindungi keempat adiknya, sesulit apapun hidup mimpi harus diperjuangkan#

Kamis, 13 Desember 2012

[Repost: Demikianlah Aku Memahami Hidup -Aku Menyapa Kesedihan-]

Terkadang kita merasakan sedih Hingga kesedihan tersebut seperti bagian dari kita, dan kita menjadi bagian dari kesedihan itu Kita lupa bahwa dalam kehidupan ini ada banyak hal yang bisa membahagiakan kita Ini semua terjadi karena keyakinan kita bahwa akhir yang kita lihat adalah akhir ciptaan Maka jadilah dunia gelap di depan kita Kalau sekiranya kita mau berfikir dan merenung Niscaya kita bisa melihat bahwa warna hitam itu indah Dan warna putih lebih indah lagi dari hitam Janganlah putus asa wahai orang yang kakinya tergelincir Jika engkau tidak mendapati seseorang yang bisa membahagiakanmu, maka berusahalah untuk membahagiakan dirimu sendiri Jika engkau tidak mendapati seseorang yang menerangimu dengan lentera, maka mulailah engkau menerangi dirimu sendiri walau dengan sebuah ublik kecil yang menerangi jalan Jangan engkau biarkan dirimu dimangsa oleh kesedihanmu di malam-malam yang gelap Mulailah kehancuran diri sebagai awal mimpi yang baru Jadilah orang yang percaya bahwa jika engkau terjatuh dalam sebuah lubang Engkau pasti akan keluar darinya dengan lebih kuat dari sebelumnya Dan Allah bersama dengan orang-orang yang sabar Demikianlah aku memahami hidup [*] -Syaikh Mamduh hafidzohullohu ta'ala- *diambil dari majalah Qiblati edisi 03 Desember 2010

Selasa, 30 Oktober 2012

aku selalu merindu hujan, karena hujan selalu menyembunyikan tangisku bersama setiap rintiknya

Sabtu, 14 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan


lalu aku melewatkanmu begitu saja.. melepasmu tanpa memaknaimu..
sungguh sesalku ukirmu tak membekas di hatiku..
kali ini tak akan kulalui kau begitu saja..
ramadhan..syukurku berjumpa lagi denganmu
tak akan kusiakan!!! *Janjiku..^^

- Anak- Anak-


Anak anak juga namanya..saling berebut jajanan..saling berbagi ketika ada makanan..terpancar ketulusan dari raut muka sucinya..
Berjajar berkumpul berkumpul 8 anak 4tahunan..laki2 dan perempuan..meramaikan rumah layaknya penitipan..
Tapi bahagia melihat mereka..dari 3anak piatu aku belajar tentang keikhlasan..
Ditinggal ibu yg dicintainya mereka tetap bahagia dan ikhlas akan takdir hidupnya..

Sabtu, 19 Mei 2012


aku ingin mencintaimu dengan sederhana :dengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya debuaku ingin mencintaimu dengan sederhana :dengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada.Read more: http://mppersonal.com/riset-riset-dodol/puisi-puisi-sapardi-djoko-darmomo/#ixzz1vNPLwABl

*Dunia*

Wahai jiwa, tidakkah engkau mengetahui tabiat dunia itu seperti air laut? Semakin engkau meminumnya maka engkau akan semakin merasa dahaga…..
Kemuliaan dan Keutamaan Aisyah* *
Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun. Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Abu Dawud: 9435). Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun. Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjaid pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041)) Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya. Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah. Kedudukan Aisyah di Sisi Rasulullah Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.” Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277)) Canda Nabi kepada Aisyah Aisyah bercerita, “Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku, “Apa ini wahai Aisyah.” Lalu aku katakan, “Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa. (HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174)) Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’.” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238)) Keutamaan-keutamaan Aisyah Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan dalam sabdanya: “Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431)) Beberapa kemuliaan itu di antaranya: Pertama: Beliau adalah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda. Aisyah sendiri pernah mengatakan, “Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilhairkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengna ampunan dan rezeki yang mulia.” (Lihat al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398)) Kedua: Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita. Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384)) Maka pantaskah kita membenci apalagi mencela orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!! Mencela Aisyah berarti mencela, menyakiti hati, dan mencoreng kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Na’udzubillah. Ketiga: Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya. Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11)) Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11)) Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.” Keempat: Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya. Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044)) Kelima: Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengna kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain mengikuti pilihan-pilihannya. Keenam: Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum. Berkata Usaid bin Khudair, “Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu Bakr.” (HR. Bukhari (334)) Ketujuh: Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh. Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik. Namun, karena ketawadhu’annya (kerendahan hatinya), Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tetnangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (HR. Bukhari (4141)) Oleh karenanya, apabila Masruq meriwayatkan hadits dari Aisyah, beliau selalu mengatakan, “Telah bercerita kepadaku Shiddiqoh binti Shiddiq, wanita yang suci dan disucikan.” Kedelapan: Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain. Kesembilan: Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhShanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at. Kesepuluh: Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah. Berkata Abu Wafa’ Ibnu Aqil, “Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk tinggal di rumah Aisyah tatkala sakit dan memilih bapaknya (Abu Bakr) untuk menggantikannya mengimami manusia, namun mengapa keutamaan agung semacam ini bisa terlupakan oleh hati orang-orang Rafidhah padahal hampir-hampir saja keutamaan ini tidak luput sampaipun oleh binatang, bagaimana dengan mereka…?!!” Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin. Wallahu A’lam. Sumber: Majalah Al-Furqon, Edisi 06 Tahun kiadhan 1427 H / Oktober 2006 (Muslimah.or.id)

Jumat, 18 Mei 2012

*NIKAH*
Barangsiapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Barangsiapa yang menikah karena mencari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping agama. —Sufyan bin Uyainah -


Cintaku kucukupkan untuk dan karena Alloh bismillah
Jika suatu hari engkau sedang sendiri, maka janganlah berkata: ‘Aku tengah sendiri’, Tapi hendaklah engkau mengatakan: ‘Aku selalu di bawah pengawasan (Allah)’. – Imam Ahmad Rahimahullaah -
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللهِ “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” – QS. Yusuf - 84
^Janji Cinta^
Aku sedang menelaah setiap jengkal hidup yang telah berlalu..
Berawal atas doa, cinta dan harapan aku memulainya
Bersama suka cita aku melaluinyaDeret waktu yang berjalan banyak aral dan godaan yang ada
Akupun manusia yang tak sempurna dan penuh alpa
Kesalahan2 yang kubuat menjadi bomerang yang menghujamku dan melukaiku
Ia mendakwaku..mengataiku..menghinaku..
Aku terluka sungguh-sungguh aku terluka
Seperti tak berdaya atas sebuah realita yang di depan mata
Aku pun tersedu pada sebuah luka sembilu di hatiku
Bersembunyi di balik gerimis agar tak ada yang tau ada sebuah tangis
Janji itu telah memudar bersama sebuah perasaan hati yang telah hambar..
Membeku bersama cinta yang tak sekufu yang juga tiadanya restu..
Akupun memberi tahu hatiku
Wahai hati terimalah dengan sabarmu
Kuatkan dengan doamu
Percayakan pada Robbmu yang sedang mengujimu sebagai bentuk cintaNya padamu
Aku kabarkan pada jiwaku
Kasedihan ini akan berganti senyuman
Kesulitan ini akan menjelma menjadi kemudahan
Ya Robb genggamlah erat hatiku di kala badai ujian menerpaku
*Hidup adalah deretan ujian, kesenangan dan kelapangan adalah ujian hidup yang melenakan*

Rabu, 21 Maret 2012

*kisahku*


Seperti pasir yang tergenggam erat di tanganku..akhirnya aku harus rela melepasnya..
bejalannya waktu yang telah bergulir lama ternyata ia tak pernah merasa sama..aku membangunya dengan cinta tapi ia ternyata tak sama..
di penghujung bulan ini..aku harus merelakan ia pergi..ia telah pecah berkeping yang kepingannya melukai aku sendiri..sedalam ini..
inilah sebuah proses hidup yang harus ditempuhi dari cinta yang tak kunjung direstui..mungkin salahku yang tak pandai merayu hati atau memang aku yang bukan terpilih..

Ketika luka yang menyapa biarlah aku sendiri sekarang menyembuhkannya..
aku percaya dengan satu sayap kinipun aku tetap mampu menjelajah dunia..
inilah kisahku yang harus tutp buku dan bertanda luka sembilu..
Biarlah semua ini kusandarkan padaNya sang pemilik semesta
Semoga selalu kau genggam erat hatiku ya Robb..

Sabtu, 10 Maret 2012

* Janji yang Terkikis Waktu*


Magelang, 10 Maret 2012

Aku dulu merajutnya karena sebuah janji...terangkai waktu dan kenangan hingga berbulan bahkan tahunan.. bersama suka dan duka aku menyulamnya...
Perpisahan bukan suatu pilihan yang ada dalam rencana itu..tapi inilah yang terjadi dan harus dijalani...
Ketika janji dan hati tak sama lagi dan restu yang tak didapati...

Aku..tak akan merajuk pada perginya hati..kusimpan janji pada kotak peti mati..
Alloh aku ikhlaskan ketentuanMu...kuajarkan hatiku pada takdirMu..

Alloh..rencanaMu adalah rencana terindah dari rencanaku sang manusia hina dan papa.. yang banyak berkubang dosa..

Biarkan janji itu terkikis wakru...tak kucemburukan hatiku...kurelakan ia pergi seperti yang ia ingini..:)