Selasa, 29 Januari 2013

Kau dan Aku

#Aku tak akan membalas sama padamu atau mereka yang menghinaku atau mengkhianatiku 
Aku berharap bisa membalas lebih ketika engkau berbuat kebaikan kepadaku #

*Mom*

Jika aku menuliskan tentang ibu pasti mata akan jadi berkaca-kaca
Pada bagian hidup mana aku sudah membuat ibu bahagia
Karena pasti kiranya aku belum sempurna dalam berbakti padanya
Tanpa sengaja mungkin aku melukai hatinya
Aaaah.. bagaimana mungkin aku sia-siakan ibu yang padanya bernaung surga??

Kisah pilu puluhan tahun lalu tentang sakit yang menderamu
Masih lekat pada ingatanku, bahwa kau sangat berharga ibu
Tentang dokter yang kesana sini kau kunjungi
Tentang prediksi umur yang hanya 40 tahun saja akan kau lampaui di dunia ini
Terdengar sangat menyayat hati,,,perih
Tapi sungguh semua di atas kuasa Alloh.. Ia yang Esa menunjukkan pada kita
Bahwa kesabaran dan do'a itu tak akan sia
Engkau yang semakin sehat itu hadiah bagi kami hati-hati yang menyayangimu ibu

Rintihan doamu di penghujung sepertiga malammu kala itu terdengar sangat berbeda
Engkau sesenggukan menangis.. tentang kisah pilu hati yang melukai hati..
Terdengar samar dari kamar bahwa ada luka disana, tentang kata yang semena-mena
tentang janji yang diingkari dan tentang perendahan yang tak seharusnya engkau pantas menerima
Ya Robb ingin aku basuh luka di hatinya...

Ibu semoga Alloh gantikan yang lebih baik nanti..pasti
Dengan kesabaran terbaik kita...

*Qoadarullohu wa maa sya'aa fa'al 



Yang Pasti itu Mati

Kota Gemilang, 29 Januari 2013 (20:49)




كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa PASTI akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
(Al-Ankabut: 57)



Perjalanan manusia di dunia adalah kesempatan untuk sebanyak banyaknya membawa perbekalan
Karena ada hidup yang akan selama-lamanya kita di sana, ya di negeri akhirat namanya
Tentang kelahiran dan pernikahan adalah berita membahagiakan bagi kebiasaan manusia
Tetapi tentang kematian, ia adalah takdir yang pasti tetapi sering terlupakan

Mati entah kita berdiam, berhenti atau berlari ia tetap akan menghampiri
Meronta dan memintapun tak akan menunda datangnya malaikat maut menjemput diri ini
Bergemetar rasanya diri ini ketika mengingat mati
Amalan mana yang bisa kuandalkan?? sedang diri banyak berteman kemaksiatan?
Ya Robb ampuni kami...ampuni kami

Dalam kegelapan sebuah lubang dua meteran
Ketika harta dan kedudukan tak bisa dibanggakan
Keluarga dan orang tercinta pergi meninggalkan kita sendirian
Bahwa kesejatian itu adalah amalan
Sangat terasa bahwa selama ini kita dalam tipuan syaithan

Ya Robb.. ketika mulut ini membisu tanpa kata
Tangan, kaki,mata dan telinga berkata tentang tindak lakunya
Aku takut.. jika kematianku adalah pada buruk di akhirnya
Bagaimana mungkin aku kuat akan siksanya neraka jika terkena panasnya api saja aku sudah meronta

Ya Robb...ampuni kami
Tunjukanlah kami jalan lurusmu
Akhirkan kami pada akhir yang baik 
Dan masukkanlah kami dalam JannahMu..Aamiin

*hamba dhoif

Wahai Ibu


Aku, memanggil perempuan separuh baya itu dengan panggilan 'ibu'. Ia ibu yang mengasuhku sedari aku kecil hingga mendewasa kini. Masih teringat jelas beberapa tahun yang lalu dokter berpesan padaku bahwa 'Jaga Ibu, jangan sampai kecapekan atau banyak pikiran'. 
Kalimat itu menusuk hati rasanya ketika dibaliknya menyimpan makna bahwa ibu dinyatakan terkena penyakit 'Jantung Koroner'. Suatu peristiwa pahit yang terjadi tahun lalu memang meninggalkan kisah pilu di hatiku terlebih ibu, entah dengan apa akan kusembuhkan luka itu. Yang pasti satu doa yang tertututur agar semoga ibu  sehat dan sehat. 
Qodarulloh wa maa sya'a fa'al, inilah takdir Alloh yang harus dijalani, disyukuri :) demi hatiku terlebih hati ibu. Inilah cara indah Alloh menempa hatiku, agar mendewasa ketika nanti badai ujian lebih membesar.

Wahai Ibu, yang pada rahimmu aku dititipkan yang dengan cintamu aku dibesarkan ingin kuhadiahkan kebahagiaan untukmu ibu...untukmu ibu..untukmu ibu...semoga Alloh mudahkan aamiin....ana uhibbuki fillah ya ummi, barokillahufiyk..



Selasa, 08 Januari 2013

Kebun Strawberry


#Kebun Strawberry terletak di Sawangan Magelang sebelum kawasan wisata Ketep Pass#

Sabtu, 05 Januari 2013

Surga Bagiku dan Untukmu Wahai Suamiku



#Maka aku hanya ingin berpatuh padamu dan tak ingin menghalangi baktimu pada ibumu wahai suamiku#

*Magelang, 06 Januari 2013

Libur Akhir Tahun 2012


Yes tepat tanggal 30 Januari 2012 kami The Kun berlima ala backpacker from Secang to Candi Mendut with "ngangkot" :D(perjalanan terlalu dekat*backpaker yang aneh). Jam tujuh pagi dengan pakaian ala kadarnya tanpa mandi bermodal sikat gigi dan cuci muka kami berangkat ke peraduan. Okesip perut sudah terisi dan kami mulai mengayunkan langkah kaki. Sebenarnya ada beberapa alternatif dari Secang sampai ke Candi Mendut dengan kendaraan umum, dan kami memilih dengan naik bis kecil atau biasa disebut "engkel" dari Terminal Secang dengan ongkos 2000 per orang kami turun di depan Mall baru Magelang yaitu Artoz. Karena kita dikejar waktu (eea kita yang telat) kami memutuskan naik angkot kecil jurusan Magelang-Blabak, Muntilan dengan biaya yang sama sampai Pal Bapang (tepat seperti gapura di foto). 

Sebagai guide yang belum handal, jujur saya selama ini jarang naik angkot karena adanya teman baik saya bernama sepeda motor:D. Jadilah kita seperti orang ilang sesampai di Pal Bapang. Sebenarnya ada angkotan seh yang menuju arah Candi Mendut tapi kembali lagi karena si guide amatir, tanpa rasa malu kita stop sebuah pick up untuk mengantarkan kita ke Candi Mendut :D. Tatapan orang yang aneh tidak mengurungkan niat kita untuk "nunut", dan kita sedikit kesulitan juga naik mobil pick up itu awalnya.

Perjalanan yang menelan 15 menitan akhirnya sampai juga di Candi Mendut, alhamdulillah kita sampai *huuuft. Dan tidak berhenti disitu karena kita menunggu jemputan dari Citra Elo. Jemputan datang sampailah kita disana dan menikmati tempatnya yang bernuansa Bali kata kita. Jam 9 kita berangkat untuk tempat start rafting yaitu tepat di bawah Jembatan Blondo Magelang, menurut Mas Peyek pemandu rafting kita, di titik awal rafting ini, semua dari 14 jasa rafting memulai ekspedisi sungai Elo #eeea. 

Sebagai rafter yang amatir kita masih harap-harap cemas dunk ya? dengan musim hujan dan kehawatiran orangtua yang mengizinkan kita rafting kami berangkat dengan tekad nekat bulat dan bismillah. Kenapa kita memilih Sungai Elo? karena disini katanya untuk pemula sedang yang ingin menantang bisa memilih sungai Progo atau sungai Serayu. Menurut Mas Peyek Rafting di sungai Elo ini menempuh jarak 12,5 km,dan setelah rafting hanya ada dua pilihan "kita trauma atau ketagihan" karena saya sudah dunk diceburin dan digleglepin ke Sungai Elo dan amazing sakit di hidung dan telinga karena kemasukan air, tapi saya tetep ga kapok#eeaaa dasar.

Aaaah selama kami single kami berjanji akan menguji nyali dan keberanian diri hehehe :D. Tapi ketika nanti sudah bergelar istri insya Alloh hanya ingin berpatuh pada suami dan tidak main2 seenak diri tanpa seiziinya terlebih surganya istri adapada suami ^^. Semoga Alloh ridhoi aamiin