Minggu, 21 September 2014

Terimakasih pinjaman bukunya..^^




Sebagai pecinta buku, jauh dari toko buku bukanalah penghalang.. limitednya uang jajan juga bukan cobaan karena alhamdulillah di dunia ini masih ada kosakata 'pinjam'...*mringis*
Terimakasih si baik hati peminjam buku..semoga Alloh membalas kebaikan mas dan mbak..^^

Married is not a race


Di usia menuju seperempat abad ini pertanyaan 'kapan nikah' sungguh tidak bisa dielakkan. Sepertinya mau ngumpet di lubang semut juga bukan solusi. Jujur sebagai perempuan yang hidup di desa, aku adalah satu satunya temen sebaya yang sampai saat ini sudah mendapat gelar sarjana. Dari kebanyakan mereka paling tinggi lulus SMA, malah ada yang cuma sampai SMP aja. So, walau sekarang seumuran mereka udah pada married dan gendong baby-nya satu atau dua, jangan kaget juga kalo dibanding aku yang masih single..:D

Sebenarnya agak parno setiap datang ke acara nikahan saudara atau temen karena pertanyaan 'kapan nyusul' juga ga kalah seremnya sama pertanyaannya 'kapan nikah'..*emot manyun*. Tapi alhamdulillahnya ga ditanya kapan mati sih..:D #belum punya bekal sih..*muka sedih*. Sebenarnya sebagai perwakilan perempuan single, aku ga masalah sih ditanya gituan, cuman ya jangan sering-sering gitu aja sih, gimana kalau didoain atau dibantuin nyariin gitu kan lebih enak..hehe

Kalau seandainya saja nikah itu dilombain, dengan sekuat tenaga sebisa mungkin diusahain biar cepet-cepetan dapet. Cuma karena nikah itu berhubungan dengan takdir Alloh, sebagai manusia yang sudah berusaha, berdoa dan juga belum Alloh tunjukkan jodohnya maka menikah itu berkaitan erat dengan ketetapan dan ketepatan, yaitu udah ditetapkan Alloh dan tepat pada waktunya dan dengan siapanya. Kalau udah bicara tentang ketetapan, jangan dipikir yang belum ketenu jodohnya ga berusaha.

Dari perjalanan cinta yang pernah aku alami...eeh cie... dari pengalaman sendiri dan teman sekitar.. Di usia 25 ini tekanan tidak hanya datang dari ekstern tapi juga intern..orang tua misalnya. Ini membuat kepanikan semakin menjadi dan rasanya pengen ngurung di dalam kamar..*eee lebay, sinetron banget* :D. Bayangin dong, di luar orang sudah menggunjing kita yang ga married2.. di rumah bapa ibu pengen kita segera married.. dengan alasan misalnya; ' itu lho anak temen Ibu udah nikah..kamu bawa pulang calon kapan? *note: iya kalo jodoh tersedia dia pasar atau mall dan ada diskon gede kali udah bawa pulang*. Terus ' Ibu kemarin habis arisan temen, ya Alloh cucunya lucu banget..*note: emak please, bayi kecil punya saudara masih banyak* :D.

Sebagai anak pertama dari 3 bersaudara aku mendapat sorotan paling tajam, kalau diumpamakan sinetron aku pemeran utama, kalau diumpamakan di twitter aku lagi trending topic ... ya topiknya ga bakal jauh-jauh kok tetep dari nikah. Sebagai kaum yang kadang terintimadasi, akhirnya waktu berkumpul dengan sesama single itu membahagiakan dengan curcol bersama ditemani es krim dan makan..*cubit pipi yang makin kayak bakpao* . Setiap pertemuan selalu ditutup dengan doa bersama, agar segera ditemukan dengan pangeran masing-masing.. hihi. Perundingan ini memberikan energi besar luar biasa untuk melawan tekanan tentang pernikahan..haha.

Wahai bapak, Ibu, Saudara, Sahabat, teman sejawat, tetangga tolong doakan kami saja jangan perparah luka hati kami dengan pertanyaan itu lagi... dari hati kami yang terdalam pastilah kami juga ingin segera menikah, tapi nikah bukanlah perlombaan mungkin kami harus bersabar dulu, belajar dulu menyiapkan segala sesuatu agar pernikahan menjadi surga dunia akhirat kami... ^^


Minggu, 22 Desember 2013

Kunners

Kunners ^^
Love you all..^^

Berbuat Baiklah Selagi Mereka Masih Ada..#Nasehat

Jakarta, 23 Desember 2013

"Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil"

Ini bukan kali pertama aku berkunjung di  kota ini. Tinggal menumpang di komplek di salah satu tempat di Jakarta Utara aku memperoleh nasehat yang sungguh menampar hati. Aku menjumpai 3 wanita lanjut usia dengan kehidupan di masa tuanya yang kurasa tidak membahagiakan untuk mereka.

Mulai dari seorang nenek pensiunan PNS yang dulu jaya di masa mudanya, Kini di rumah tuanya ia hanya tinggal bersama anak yang gangguan jiwa. Untuk makan sehari-hari saja si nenek serba berkekurangan, alhamdulillah masih ada tetangga yang berbaik hati masih mengantarkan makan dan lauk untuk makan. Pernah sekali aku ikut mengantarkan nasi ke rumah beliau, rumah terlihat begitu kotor dan berantakan dan ketika diberi sedikit makanan ia sangat berucap terimakasih..Seketika itu aku seperti ingin menangis, terlebih selama ini uang pensiunan tak pernah sampai padanya. Yah.. uang itu dimanfaatkan oleh menantunya yang kubilang jahat. Tega menelantarkan ibu mertuanya yang sudah renta.

Kisah pilu tak berhenti disitu, di samping rumah juga hidup seorang nenek pensiunan kejaksaan dengan tinggal di rumah mewahnya. Setiap harinya hampir debtcollector mengunjungi rumahnya untuk menagih hutang karena ulah menantu dan anaknya yang memiliki banyak hutang karena gaya hidup high classnya. Dan kali ini aku datang ke Jakarta lagi rumah mewahnya resmi dijual untuk menutup hutang-hutang anak dan menantunya.

Dan pagi ini sebelum aku pulang ke kampung halaman, aku kembali menemui seorang wanita senja keturunan Tiong Hoa yang meminta tolong padaku untuk misscall no hpnya apakah masih aktif atau tidak. " Minta tolong ya? Soalnya aku takut nyuruh anakku dia galak sekali" ucapnya padaku. "Padahal ya aku udah nasehatin pada anakku agar ga galak soalnya biar nanti tidak dibalas sama anaknya, tapi dia tetap masih galak"

Sedih rasanya jika itu juga yang ibuku rasakan selama ini..Jika aku boleh mengulang waktu tidak ingin membuat ibu sedih dan kecewa...
Untuk seluruh ibu di mana saja.. Semoga Alloh menyayangi dan memberkahi Ibu karena cinta dan kasih sayangmu yang tak kenal masa..

Maka berbuat baiklah sebelum terlambat dan selagi ibu masih ada..

Kamis, 28 November 2013

^^



“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”  [QS. Adz Dzariyaat (51):49].

Sudah kesekian kali berkunjung ke pernikahan teman.. dan sudah pula yang didatangi sudah melahirkan juniornya. Dan akhirnya pertanyaan "kapan nyusul" kembali dilayangkan.. dan yang dilakukan hanyalah memasang wajah senyum.. ^^
Masalah jodoh, mati dan rezeki sudah Alloh takdirkan dan kita hanya menjalankan semua skenarioNya..
sebaik-baik menunggu adalah dengan memperbaiki diri dan menyibukkan diri * pesan Ibu.
Jadi bagi yang masih single keep fighting! Percayalah semua akan indah pada waktunya..hihi

Hamasah!! ^^


Sering kita melakukan kesalahan dengan meremehkan diri sendiri..."Apakah aku mampu?" padahal terkadang kita sekalipun belum mencobanya. Bayangan terkadang jauh lebih menyakitkan daripada kenyataannya. Karena pada akhirnya sering kita akan berucap " ternyata ga sesulit yang dibayangkan ya?" Ah,,, betapa kita sering melakukan ini? padahal kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan.

Selalu ingat sebuah pesan " mencobalah..karena engkau akan tahu nanti keajaiban-keajaiban indah di perjalanannya".. maka terus mencobalah..jangan melemah apa lagi kalah..sebelum engkau pastikan kakimu melangkah! Hamasah!^^

Selasa, 22 Oktober 2013

Cake Milo..

Acakadut Kue

Jadi ceritanya belajar memasak lagi.. dengan bahan seadanya di rumah dan sisa telur di kulkas.Sebenarnya udah enak tapi kurang ngembang karena ga pake pengembang kue juga kurang wangi karena ga pake vanili :D.
Pokoknya ga boleh menyerah untuk terus belajar masak^^ Chayo!!