Selasa, 25 Desember 2012

#Kisah Ibu Ainun Habibie

"Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir, buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri ? Anak saya akan tidak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu." Jangan biarkan Anak² mu hanya bersama pengasuh mereka. Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya? Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga. Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya. Mudah2an ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya. Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam hal akademik, tp jg utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua. Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah. Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia.. #sungguh menjadi sebuah dilema tersendiri ketika membaca ini, karena aku seorang sarjana yang bisa menempuh pendidikan dengan biaya orangtua, harapan mereka ada pada pundakku terlebih aku anak pertama sebagai contoh kedua adikku, tapi di satu sisi aku adalah calon ibu yang ingin sepenuhnya mendampingi anak-anakku tumbuh. Aku tak ingin melewati masa ketika anakku nanti pertama kali memanggilku ibu, aku ingin tau ketika anakku pertamakali tengkurap merangkap hingga berjalan. Semoga Alloh pilihkan yang terbaik.#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar