Jumat, 08 Januari 2010

Buku Harian BAIM: Suplemen Tontonan Sehat Untuk Anak

Kemarin sore tepatnya hari Kamis (07/01/2009) secara tidak sengaja ikut menonton sinetron anak di stasiun televisi SCTV, sambil menemani keponakan yang sudah punya ketertarikan hati pada sinetron ini. Saya mencoba mencari keistimewaan dari sinetron ini dengan ikut nimbrung duduk di depan TV bersama keponakan.
Cerita si Baim disaat episode yang saya tonton adalah tentang si Baim yang sedang mencari surga yang diceritakan si bunda, yang diperankan oleh Inneke Koesherawati. Ada cerita lucu dan menggelitik hati saya disini, karena akhirnya Baim mengajak dua temannya yaitu Izam dan Abel mencari surga itu. Mereka bertiga bersepeda menyusuri jalan mencari surga itu hingga malam hari. Saya dan keponakan menjadi tertawa dibuatnya. Sungguh tergambar jelas sinetron ini menampilkan pikiran polos anak. Saya jadi bergumam,” ada yang beda dengan sinetron ini” karena menampilkan karakter asli anak-anak. Sinetron yang tidak sekedar menghibur bagi anak-anak tapi juga untuk orang dewasa dan sinetron ini juga berunsur pendidikan, dibanding sinetron-sinetron yang selama ini wara-wiri di layar TV kita.
Baim yang diperankan oleh Ibrahim Khalil Alkatiri di sinetron ini berperan sebagai seorang anak kecil yang divonis dokter mempunyai penyakit kelainan sel otak akan tetapi dia adalah anak kecil yang luar biasa yang menyayangi bundanya. Dia adalah anak kecil yang sangat baik dan ramah yang menghibur semua orang yang ada di sekitarnya.
Jadi, peran yang dibawakan oleh si Baim mempunyai efek positif bagi si anak ketika menonton sinetron ini yaitu memberi pendidikan kepada anak untuk selalu menyayangi ibu. Terlebih bagi anak-anak yang belum bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Sinetron ini cocok dan sangat sesuai dengan keadaan psikologi anak. Itu dapat terlihat dari setiap sketsa dan jalan cerita yang saya ikuti. Begitulah sedikit gambaran dari sinetron Buku Harian BAIM ini. Jadi sinetron ini bisa menjadi referensi para orangtua untuk memberikan tontonan sehat pada anak.
Kehadiran sinetron anak ini telah memberikan warna berbeda dalam layar televisi kita yang selama ini dibanjiri warna-warni sinetron cinta. Selain itu juga menyehatkan tontonan anak selama ini yang sudah banyak terkontaminasi oleh sinetron dewasa.
Saya berharap ini tidak berakhir disini, karena bangsa ini masih membutuhkan sineas-sineas yang masih peduli pada anak negeri. Yang menciptakan karya-karya yang mendidik bagi calon pemegang tongkat estafet pemerintahan bangsa. Semoga ini bukan karya terakhir para sineas sebagai sumbangan pada anak Indonesia.

7 komentar:

  1. yes, mudah2an tidak terjebak plot "ibu meninggal, ada ibu tiri yang kejamnyamintaampun dan si baim tiap hari menangis karena disiksa...

    BalasHapus
  2. Ni ndak ceritanya yang baim nya sakit? baim to wagu aktingnya gak kaya orang sakit kurang kurusan juga sebagai orang sakit,masak pipinya masih chubby gtu..hih gemes!

    Tapi bagus kok...ceritanya anak yang berbakti dan sayang sama orang tua,menggambarkan dunia anak-anak banget.

    BalasHapus
  3. Semoga. semoga akan ada tontonan-tontonan mendidik lain yang benar2 memberikan manfa'at buat pemirsanya. :)

    BalasHapus
  4. hahaha, tapi lucu soundtracknya yah... baim nyanyi ( lohh, ra nyambung )

    BalasHapus
  5. Pemerkosaan psikis anak harus segera diberantas..

    mari kita jadikan suara mahasiswa menjadi didengar dan diperhatikan!!

    BalasHapus
  6. wah namanya sinetron..semua bakal kembali menjadi "sinetron" juga akhirnya..semua bakal berujung kepada kepenatan cerita dan akan memaksa adanya cerita baru lagi yang mungkin akan melenceng dari alur awal...yah intinya saya tidak suka sinetron dalam bentuk apapun...hehheee...

    BalasHapus
  7. tapi..
    menurut aku sinetron ini kurang baik.
    masa' ada anak kecil yang bahkan umurnya pun blm 5 tahun, dan mereka udah kabur dari rumah ber-3 (baim n temen-temennya di sinetron itu).
    lucu juga sih, dan bisa gawat klo sampe ditiru sama anak" yg nonton.

    BalasHapus