Selasa, 29 Desember 2009

Ketika Artis Mencoba Berperan di Panggung Politik

Berita keikutsertaan artis dalam pesta demokrasi negeri ini sebenarnya bukan berita baru bagi kita. Sudah marak sebenarnya dari masa ke masa jika artis ikut menyemarakkan pesta itu. Akan tetapi tahun ini, adalah tahun dimana pemilihan, baik legislatif ataupun kepala daerah dibanjiri artis. Karena banyak artis yang “nyalon” alias mencalonkan diri, tak pelak ada istilah khusus pada parpol tertentu dengan sebutan Partai Artis Nasional, karena calon dari partai itu kebanyakan artis.

Berita sebuah stasiun swasta (28/12/2009) mengumumkan tentang artis artis yang akan mencoba peruntungan di panggung politik khususnya Pilkada, yang akan berlangsung di berbagai daerah. Ketika selama ini mereka sukses dalam peruntungannya di panggung hiburan, dengan ketenaran yang disandangnya itu, mereka tak mau menyia-nyiakan modal itu. Seperti artis kawakan Emilia Contesa yang kemarin sudah ikut dalam Pileg untuk RI kini mencoba lagi di Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) daerah Banyuwangi Jawa Timur dan tak ketinggalan Ayu Azhari, artis fenomenal itu mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati untuk Sukabumi Jawa Barat.

Sebenarnya bukan suatu berita yang besar dan baru jika artis pindah panggung dari hiburan ke politik . Bila berkaca dalam Pilihan Legislatif kemarin, banyak artis mendulang sukses disana seperti komedian, Eko Patrio, artis sinetron, Primus Yustisio, Vena Melinda, Rachel Maryam dan Wanda Hamidah. Ataupun beberapa artis yang sudah lama duduk di kursi DPR seperti Komar, Adji Marsaid serta istrinya Angelina Sondakh dan Marissa Haque. Ketenaran nama mereka sebagai artis mengalahkan para politikus handal negeri, terbukti terjadi pada mantan Ketua DPR RI, Agung Laksono yang kalah dengan Vena Melinda di pilihan legislatif kemarin. Bukan masalah sebenarnya artis menjadi wakil rakyat atau pimpinan daerah tapi yang menjadi masalah ketika hanya ketenaran penyebab terpilih bukan kemampuan.

Sangat tragis sebenarnya jika peran-peran penting negeri ini dipegang oleh orang yang tidak kompeten di bidangnya. Karena panggung politik bukan sekedar peran di depan kamera seperti peran mereka selama ini. Mereka menjadi pindah haluan, yang biasa akting atau berkomedi, kini harus rapat rutin di gedung DPR, menyampaikan aspirasi rakyat dan memimpinnya. Tapi akankah mereka mampu? Bukan berarti saya memandang sebelah mata para artis negeri ini karena banyak artis yang membuktikan kemapuannya di panggung politik seperti Rieke Dyah Pitaloka, Marissa Haque dan juga Nurul Arifrin. Semoga artis yang duduk di kursi DPR, wakil gubernur atau apapun di negeri ini tidak hanya menganggap mereka sedang berperan di depan lensa kamera, tapi sadar bahwa mereka adalah tempat dimana aspirasi rakyat akan tersampaikan. Semoga.

4 komentar:

  1. semua butuh belajar.. mungkin para artis sudah merasa dirinya hebat dengan ketenaranya... ga masalah kalau artis yang mau mewakili rakyat tp harusnya bercermin diri dan belajar terlebih dahulu...tidak cuma modal ketenaran...

    BalasHapus
  2. alat politik parpol seperti saya memandang para artis yang terjun kedunia politik. mereka digunakan parpol untuk mengumpulkan masa memperkuat bargaining position baik di dewan ataupun di eksekutif, seperti suksesnya vena melinda mengungguli aktor politik kawakan seperti agung laksono..
    any way semua orang pny persepsi berbeda,namun diluar itu semua mari kita lihat bersama seperti apa kinerja para artis wakil rakyat ini, yang tentu saja akan membuktikan apakah mereka layakkah mereka du2k sbg wakil rakyat..

    BalasHapus
  3. Asalkan si artis mempunyai niat dan berkompeten untuk berkiprah dalam dunia politik si gak apa..tapi alangkah lebih baik setelah berkiprah di dunia politik harusnya berhenti total dari dunia artis, soalnya kalo gak ntar jadi kaya kampanye terselubung.

    BalasHapus
  4. why not...
    lagi musim kok,hehe.....

    yang penting mah si artis gak ber"akting" ajah di senayan....
    akting jadi wakil rakyat,padahal gak bener2 mewakili...
    selama kapabilitasnya oke...why not!!!
    setiap warga negara kan berhak jadi wakil rakyat..
    ^_^

    BalasHapus