Selasa, 29 Desember 2009

Hendak Kemana Jiwa Si Kecil?

“Suara,,,dengarkanlah aku apa kabarnya pujaan hatiku? Aku disini menunggunya masih berharap di dalam hatinya....” suara merdu anak laki-laki di atas sebuah panggung meriah. Lagu dari band anak muda, Hijau Daun berjudul “Suara” itu terdengar sedang didengungkan oleh salah satu peserta acara “Idola Cilik”, acara ajang bakat untuk anak- anak di stasiun TV RCTI. Penampilan yang menarik dibarengi suara merdu yang menggema dari anak-anak itu.

Tak ada yang salah sebenarnya dengan ajang idol kecil itu tetapi yang salah adalah konsepnya, yaitu pada pilihan lagu, juga bintang tamu acaranya, selalu penyanyi atau band lagu dewasa. Dimana lagu anak-anak? Begitulah yang menjadi pertanyaan kita semua. Padahal stock lagu anak-anak, daerah ataupun nasional masih banyak untuk dijadikan materi lagu. Tapi, kenapa harus lagu cinta orang dewasa pilihannya? Pembawaan si kecil akan lagu pastilah berpengaruh pada psikisnya, lagu tentang jatuh cinta dan patah hati bukanlah jiwanya. Bukan karakternya pula, jika harus berpenampilan yang penuh make up dan juga mengenakan pakaian model dewasa.

Tak hanya berhenti disitu ajang ini merenggut jiwa si idola kecil karena efek juga menyerang pada si kecil yang menikmati acara di depan Televisi. Mereka pastilah mengidolakan idol kecilnya, mulai dari penampilan hingga turut menyanyikan lagunya saat pentas berlangsung. Terbukti pada keponakan saya berumur 4 tahun yang menggandrungi acara itu. Sangat tragis dirasa, jika anak-anak negeri ini didewasakan terlalu dini dengan lagu itu. Karena boleh saja mereka masih berseragam putih merah tapi jiwa mereka bak anak seragam putih abu. Pantas jika banyak anak SD sekarang sudah tahu istilah pacaran dibanding pada zaman saya sekolah dulu.

Terus dimana Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas jiwa-jiwa si kecil itu? Akankah dibiarkan terampas begitu saja ? Dan Dimana kepedulian RCTI pada putra-putri bangsa ini? Dimana fungsi media untuk mencerdaskan? Apa semua akan dibiarkan seperti ini? Saya hanya mencoba mengetuk hati bagi yang masih peduli atas jiwa dan masa depan putra putri negeri ini.

4 komentar:

  1. setuju sama nosi..
    dulu kita baru mengenal lagu-lagu dewasa mungkin pas jaman-jamannya kelas 1 atw 2 smp.. yah, pas lagi booming2nya film dan ost AADC.
    tapi sekarang.. ya Alloh.. ckckckck..

    sekedar kasih saran.. kalopun sekarang referensi lagu anak2 memang sedikit, harusnya pihak RCTI memilihkan lagu orang dewasa yang masih bisa diterima oleh sifat polos anak2 kecil, misalnya, "kupu2 n Bunda" nya melly goeslow, atw "mimpi" nya wayang, atw lagu2 macam "laskar pelangi" yang isinya mengandung pesan moral dan sarat akan nilai2 persahabatan..

    salam,
    Dan Aku Pun Semakin Tahu

    BalasHapus
  2. kalo kata programm director sebuah tv swasta, kebijakan stsiun TV untuk lomba seperti itu telah mencoba untuk mewajibkan anak2 menyanyikan lagu anak2, baik pada saat seleksi maupun saat show. tapi ternyata kendala justru muncul dari peserta yang justru ga hafal lagu anak2!
    so, tv membuat kebijakan untuk membebaskan peserta memilih lagu (yang akhirnya kebanyakan menyanyikna lagu orang dewasa)dengan alasan "daripada si anak grogi karena nggak hafal lagunya sementara siarannya secara live, justru kasihan anaknya" (berdasarkan wawancara di stasiun tv swasta di jakarta)

    jadi, siapa yang salah? orangtua si anak? atau TV?

    theroadtracker.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Ironis sekali memang ketika anak-anak tak lagi mengenal lagu-lagu masa mereka.

    Ya sebenarnya kuncinya ada di RCTI menurutku. Dia punya kebijakan untuk handle itu. Bisa saja RCTI memang mewajibkan lagu-lagu anak2 yang hanya bisa ditampilkan dan dia pun menyediakan stok lagu anak-anak itu.
    Ya diliat lagi aja tujuan pembuatan acara itu apa. Tapi sangat menyedihkan kalo memang hal ini tetap dibiarkan.
    Apa memang anak akan dibawa dewasa sebelum waktunya?

    BalasHapus
  4. setujuuu...lagu-lagu yang dinyanyiin harusnya buat dewasa...padahal dulu pas kita masih SD, banyak banget penyanyi-penyanyi cilik kayak Maissy, Trio Kwek-Kwek, Agnes Monica, dll. Bahkan aku punya koleksi kaset-kasetnya, tak warisin sama sepupuku yang masih kecil lho...tapi sekarang gak tau kasetnya masih ada atau gak.

    Yah tapi mo gimana lagi dong,,sekarang penyanyi cilik udah jarang,,makanya diadain idola cilik buat mencari penyanyi cilik,,mengembalikan kesuksesannya dulu...

    BalasHapus